siLvi's bLoG

Perjalanan esok ditentukan hari ini. Bermimpilah untuk hari esok dan usahalah untuk mewujudkannya.

  • SiLvi’s Kalender

    September 2010
    S S R K J S M
    « Mei   Okt »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Arsip

  • Meta

  • Tag

  • Tulisan Teratas

    Tenar Dalam 5400 Detik

    Posted by silvi pada September 2, 2010

    “Assalamu’alaikum. Tmn2 mohon do’a nya ya utk saudari qt Silvia Rosalina, karena baru saja mengalami kecelakaan dalam perjalanan ke IPB. Dan sekarang sedang dirawat di RS PMI Bogor. . .”. Hmm . . ad ap ini sebenarnya??.

    Pas sampe depan Gang Bara 6, “Hai sil. . baru sampe lu?”

    “Iya, baru dari rumah w Va. Eh, nebeng payung ya . . hehe. .”

    Pas sampe kontrakan aku ngobrol2 di kamar temen, si alin. Ga lama eva sms ke sevira tmn sekontrakan ku. “Sev, si silvi gmn? Katanya kecelakaan ya?”

    Dapet sms kaya gitu qt yang ada di kontrakan ketawa cekikikan smw. Yaiyalah si silvi aja lg ngobrol di kontrakan gtu ko bs kecelakaan. Yang aku heran ko si eva ga sadar, padahal td aku nebeng payung ke dy. Tp perasaanku jadi ga enak. Aku langsung ke kamar ngambil hp. Bener aja ternyata hp ku mati. Dan ada banyak bgt panggilan tak terjawab dari nomer yang ga ku kenal. Buru-buru ku telpon mama.

    Mama : “Assalamu’alaikum. Siapa ni?”

    Aku : “Wa’alaikumussalam. Ni aku mah silvi, ko aku denger kabar aneh dari temenku? Knp mah?”

    Mama : “Astagfirullah!! Ini siapa?”

    Aku : “Ini silvi . . .”

    Mama : “Yang bener? Kamu ga bohong kan? Kamu silvi anakku??”

    Aku : “Iya lah mah, masa ga kenal suaraku.”

    Mama : “Ya Alloh . . terima kasih ya Alloh. Kamu gpp? Sehat? Skrg lg dmn?”

    Aku : “Iya, aku gpp, sehat. Lagi di kontrakan.”

    Mama : “Kamu hati2 . . . . (bla..bla..bla..)

    Ketika mama tanya ini bener silvi ato bukan, perasaaanku langsung ga enak, dadaku sesak, jantungku berdegup kencang, seluruh tubuhku bergetar ga karuan, mataku pun ga kuat nahan air mata, akhirnya qt berjoget bersama (hehe, bcanda dink, ga pake joget). Seketika aku sempat mikir kalo aku udah mati atau apalagi yang membuat mama bahkan ga mengenali suaraku dan ga percaya kalau itu aku. Semuanya berjalan cepat, apalagi aku denger tangisan mama yang aku ga tau udah seperti apa mama ketika itu, bahkan aku ga tau kenapa mama bisa sampe nangis kaya gitu. Setelah mama mastiin kalo itu bener aku, dari suara mama aku tau kalo mama bener2 plong, dan mungkin saat itu udah menelungkup sujud syukur karena anaknya baik2 saja. Papa pun memberi wejangan padaku lewat telpon.

    Setelah keadaan tenang ku tanya mama ada apa sebenarnya. Lalu mama cerita. Setelah sekitar 30 menit aku berangkat dari rumah ada yang menelpon. Orang itu mengaku sebagai polisi dan mengatakan bahwa angkot yang aku tumpangi di tabrak oleh truk pertamina, dan dy menemukan kartu mahasiswa bertuliskan namaku. Dy mengatakan bahwa silvia rosalina anak dari bapak @#$%^&* (sensor, hehe) sekarang sedang kritis dan berada di UGD RS PMI Bogor. Namun polisi tersebut memberikan mama no telp seorang dokter yang katanya menanganiku. Mama tidak langsung menelpon dokter itu, tapi menelpon ku. Namun hp ku tidak bisa dihubungi. Mama pun menelpon dokter itu, dan dokter itu mengatakan keadaanku sangat memprihatinkan dan kritis, mengalami pendarahan di kepala, tidak sadarkan diri, kedua kakinya pun patah, dan harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut. Orang tua mana yang tidak lemas mendengar anaknya seperti itu?? Dokter itu meminta mama menransfer uang sebesar 10 juta. Mama langsung mengiyakan saja. Oh, sembarangan saja. Dari mana uang sebanyak itu? Tak lama papa pulang. Papa pun kaget mendengar berita itu. Semua tetangga ku pun mengetahui berita itu. Rumah ku seketika begitu ramai orang. Akhirnya papa pinjam uang sana sini. Sudah dapat  ±6 juta. Mama langsung mengajak papa ke rumah sakit untuk melihat keadaanku. Tapi papa tetap bersikeras mencari kekurangan yang 4 juta. Ketika itu papa dan mama sempat berdebat. Karena papa berpikir, percuma saja ke RS tanpa membawa uang, pasti tidak akan ditangani juga. Sampai akhirnya aku menelpon dan berhentilah semua sandiwara ini. Aku tak tahu pemeran utama sandiwara ini sebenarnya siapa. Bahkan saat kejadian ini terjadi, akulah orang yang paling tidak tahu ada apa sebenarnya. Pasti kalian berpikir betapa mudahnya orang tuaku ditipu? Tapi kalian atau mungkin aku yang bertanya seperti itu tidak tahu bagaimana perasaan orang tua kala itu. Betapa pikirannya berkecamuk, dan tidak dapat berpikir jernih. Hanya berpikir bagaimana cara agar anaknya baik-baik saja tanpa kurang apapun.

    Ketika kutahu keluargaku di cibinong (promo ah, hihi . .) sana sudah tenang, tiba2 sahabat baikku sitti sms sevira. “Sev, gmn keadaan silvi? Saya sedang dalam perjalanan ke PMI.” Dan kutahu saat itu jarkom mengenai aku kecelakaan telah menyebar ke semua teman2 ku termasuk tmn2 B.12, Archabelvoi (Promo lg, hehe). Tenarlah aku dalam 5400 detik.

    MasyaAlloh, apalagi ini. Langsung ku telpon sitti kalau aku gpp. Dan menceritakan semua kejadian 5400 detik kebelakang padanya. Aku menyadari bahwa betapa baiknya sahabatku yang satu ini. Terima kasih sitti. Bahkan dia menjarkomkan dan meminta doa untukku karena aku kecelakaan. Berkat jarkom yang cepat menyebar ini, aku pun jadi cepat mengetahui kejadian yang sebenarnya. Dan penipuan pun dapat digagalkan, hehe. Lagi-lagi, terima kasih sitti. Bahkan dia pun sempat menenangkan mama saat keadaaan mamaku kacau. Lagi, terima kasih sitti. Dia pun menyempatkan pergi ke RS PMI padahal banyak tugas yang belum ia selesaikan sedangkan deadlinenya besok. Terima kasih sitti. Sitti juga meralat lagi sms yang salah dia kirimkan. Sungguh terima kasih . .

    Betapa banyak hikmah yang kudapat. Ternyata betapa sayangnya orang tuaku padaku, dan benar saja itu tak kan terhitung oleh apapun. Mama dengan perasaannya, dan papa dengan logikanya. Semua menginginkan yang terbaik untukku. Juga sahabat, teman2ku, keluarga, tetangga, semuanya deh. Dengan kejadian ini sungguh mengingatkan ku bahwa apa yang Alloh kehendaki tidak ada yang tahu, semua berjalan begitu cepat dan tak ada yang bisa menghindarinya. Hari ini pun hari ketika aku mengingat kematian yang dapat datang kapan saja. Juga hari melihat sisi baik semua orang. Jangan mudah percaya pada orang asing. Dan berhati-hatilah dimana pun qt berada. Ingatlah Alloh dimana pun qt berada.

    Terima kasih juga untuk sevira (dipake pulsanya), alin (nenangin aku), santi, lulu(nemenin sitti), ais, eva (ngasih kabar + nebengin payung), penghuni kontrakan aulia, dhila (ngejarkom), septian (ngejarkom), palung, archabelvoi, panitia mpkmb 47.

    Khusus untuk sahabatku Sitti, aku minta maaf karena telah merepotkan mu juga berterima kasih karena ketulusan hatimu. Untuk semuanya maaf ya. Terima kasih.

    Walopun bahasanya acak2an dan ga karuan. Semoga bermanfaat. Comment please . . ^^,

    Nb. Sampe sekarang pun masih ada yang nanya “Udah sembuh sil?”. Hahaha.

    5 Tanggapan to “Tenar Dalam 5400 Detik”

    1. retnodn berkata

      iih baru baca…. kocak banget sih. haha…..

    2. silvi berkata

      wah, ka dody mkasi ka. Ini blog udah lama ga keurus ka.. n_n

    3. Dody Setiawan berkata

      nice blog, Silvi,
      baru tahu kalo Silvi jago nulis, :)

    4. silvi berkata

      jiah ikutan,,
      haha . . udah lah^^,

    5. Sil, udah sehat?
      whhe..

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

     
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.