siLvi's bLoG

Perjalanan esok ditentukan hari ini. Bermimpilah untuk hari esok dan usahalah untuk mewujudkannya.

  • SiLvi’s Kalender

    Oktober 2011
    S S R K J S M
    « Sep    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Arsip

  • Meta

  • Tag

  • Tulisan Teratas

    ENSO

    Posted by silvi pada Oktober 31, 2011

    El-Nino merupakan fenomena dimana suhu permukaan laut di pasifik bagian ekuator tengah dan timur naik hingga 4oC dari normalnya. Anomali ini yang selanjutnya akan mempengaruhi unsur-unsur cuaca dan laut.

    Southern Oscillation merupakan perubahan nilai tekanan permukaan udara antara Darwin (Australia) dan Tahiti. Misalkan tekanan tinggi di Darwin maka tekanan rendah di Tahiti, begitu pula kebalikannya.

    Pada tahun 1950 ilmuwan menyadari bahwa El Nino dan Osilasi selatan merupakan bagian dari fenomenayang sama. El Nino sebagai komponen laut, dan Southern Oscillation sebagai komponen atmosfer. Sehingga keduanya disebut dengan ENSO.

    Awalnya merupakan penelitian India (1904) untuk dapat meramalkan variasi monsoon dan kaitannya dengan kekeringan di India (Sir Gilbert Walker). Ternyata menemukan pola yang hampir sama berupa hubungan antara medan tekanan di daerah tropis dengan tekanan tinggi di Samudera Pasifik Selatan bagian tengah dan tekanan udara yang rendah di Australia, Asia Tenggara dan India Tengah serta Afrika Selatan dan Amerika Selatan.

    Tekanan udara di atas permukaan laut rendah pada saat Indeks Osilasi Selatan (IOS) tinggi, atau terdapat sebuah korelasi atau keterkaitan yang negatif di wilayah timur hingga ke barat Samudera Pasifik, Samudera Hinadia juga Samudera Atlantik Selatan bagian tengah.
    Ciri-ciri awal akan terjadinya ENSO apabila naiknya tekanan permukaan di sekitar Samudera Hindia, Indonesia, Australia. Kemudian turunnyatekanan permukaan di Tahiti dan Samudera Pasifik bagian timur dan tengah. Angin pasat di pasifik selatan melemah atau menuju ke timur. Udara hangat naik di Peru menyebabkan hujan di gurun peru utara. Massa air hangat dari Pasifik Barat dan Samudera Hindia menuju Pasifik Timur menyebabkan kekeringan di Pasifik bagian barat.

    Tahap-tahap terjadinya ENSO yaitu :

    1. Perubahan arah angin pasat di dalam sirkulasi walker. Dapat melemah atau malah berbalik arah;
    2. Massa air hangat dari Pasifik Barat mengalir ke timur;
    3. Memotong sirkulasi upwelling yang biasanya membawa banyak butrien. Yang akan menyebabkan perubahan kondisi biota lautan;
    4. Massa air panas menambah lengas dan panas ke atmosfer;
    5. Curah hujan beberapa daerah lebih tinggi dari biasanya dan sebaliknya;
    6. Bertambahnya jumlah typhoon di sekitar Pasifik Tengah.


    ENSO terjadi secara irregular dengan interval 2-7 tahun. Dalam satu kali siklusnya, dapat terus berlangsung selama 9 bulan sampai 2 tahun. ENSO dapat diprediksi dengan, apabila SOI negatif (< -10) maka El Nino. Sedangkan apabila SOI positif (> 10) maka La Nina. Selain itu dapat juga diprediksi dengan Indeks Nino. Apabila Indeks Nino positif (> 0,5C) maka El Nino. Sedangkan apabila Indeks Nino negatif (< -0,5C) maka La Nina
    .

    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

     
    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.